Indonesia Kompeten

Mengkompetenkan Manusia Pembangunan

Berkomunikasi Melalui Masker Wajah

Mengenakan masker untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19 dapat menghadirkan hambatan komunikasi, “transaksi penting dan kompleks yang bergantung pada isyarat visual dan, seringkali, pendengaran,” kata Debara L. Tucci, direktur Institut Nasional untuk Ketulian dan Gangguan Komunikasi Lainnya.

Ketika penutup wajah dipakai, fitur wajah menjadi kabur, sedangkan persepsi bicara dan emosi yang disampaikan terganggu. Penutup wajah juga menyaring ucapan, membuat suara kurang jelas, kata Tucci, menambahkan, “Ketika lebih sulit untuk memahami ucapan – apakah karena penutup wajah kain, jarak atau faktor lain – penelitian menunjukkan bahwa kita memiliki lebih sedikit sumber daya kognitif untuk memproses informasi secara mendalam. Akibatnya, komunikasi terganggu, dan perasaan stres serta isolasi dapat meningkat.”

NIDCD menawarkan tips berikut untuk meningkatkan komunikasi saat mengenakan penutup wajah:

  • Waspadalah. Apakah orang yang Anda ajak berkomunikasi mengalami kesulitan memahami Anda? Tanyakan dan sesuaikan jika perlu.
  • Sabar. Penutup wajah menghalangi isyarat visual dan meredam suara yang membantu kita memahami ucapan, yang dapat membuat interaksi menjadi frustasi.
  • Berhati-hatilah. Pertimbangkan bagaimana jarak fisik dapat memengaruhi komunikasi Anda. Seiring bertambahnya jarak, tingkat suara berkurang dan isyarat visual lebih sulit dilihat.
  • Jadilah keras dan jelas. Bicaralah, tapi jangan berteriak. Fokuslah untuk berbicara dengan jelas. Pertimbangkan untuk mengenakan penutup wajah yang bening, jika memungkinkan. Jika Anda kesulitan memahami, mintalah orang yang Anda ajak bicara untuk berbicara lebih keras. Jika Anda membaca bibir, minta mereka yang berinteraksi dengan Anda secara teratur untuk mengenakan penutup wajah yang jelas.
  • Kecilkan volume latar belakang. Kebisingan latar belakang dapat membuat percakapan menjadi sangat sulit. Pindah ke tempat yang lebih tenang atau kecilkan suara, jika memungkinkan.
  • Berkomunikasi dengan cara lain. Gunakan aplikasi bicara-ke-teks smartphone atau alat tulis (misalnya, kertas/pena, papan tulis) untuk berkomunikasi.
  • Konfirmasikan bahwa pernyataan Anda jelas. Tanyakan apakah pesan Anda telah dipahami.
  • Bawa teman atau jadilah teman. Jika penting bagi Anda untuk memahami detail lisan yang penting – selama diskusi dengan penyedia layanan kesehatan, misalnya – pertimbangkan untuk membawa teman atau anggota keluarga bersama Anda.
error: Peringatan: Maaf Konten Diproteksi!!